BATAM, WBNNews.com – Pertemuan lintas organisasi dan komunitas digelar di Kota Batam dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku komunitas, organisasi perempuan, hingga perwakilan sektor kesehatan internasional.
Pertemuan tersebut dihadiri Owner Hospital Penawar Pasir Gudang, Johor, Malaysia, Dr. Adnan Sulaiman, yang hadir bersama sahabat lamanya sekaligus tokoh masyarakat Melayu, Drs. H. Irwan Nasir, M.Si, Bupati Kepulauan Meranti pada masanya.
Turut hadir jajaran pengurus Aliansi Driver Online Batam (ADOB) yang dihadiri penasihat serta sejumlah ketua grup komunitas mitra, Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepulauan Riau Nenny Dwiyana Nyangnyang yang diwakili oleh Glaydis Ibrahim dan Nina Endang Ningsih.
Dalam pertemuan tersebut, Hospital Penawar Pasir Gudang dipaparkan sebagai salah satu pilihan layanan kesehatan favorit berkat kombinasi kualitas layanan medis, penggunaan teknologi modern, serta lokasi yang strategis dan mudah diakses di kawasan Pasir Gudang, Johor.
Hospital Penawar memiliki kapasitas lebih dari 80 tempat tidur dengan fasilitas penunjang yang lengkap, di antaranya Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam, layanan rawat jalan 24 jam, ambulans, laboratorium, layanan katerisasi, pemeriksaan medis terpadu, klinik spesialis berbagai bidang, hingga layanan antar-jemput pasien.
Rumah sakit ini dikenal unggul dalam layanan medis ortopedi, yang berfokus pada sistem muskuloskeletal seperti tulang, otot, dan sendi, serta layanan urologi yang menangani sistem kemih dan organ reproduksi pria.
Diskusi yang dipimpin oleh Director Hospital Penawar, Dr. Ruwinah, berlangsung di Meeting Room The Summit Business Center, Adhya Building Lantai 8, Sukajadi, Batam, Jumat (12/12/2025) pagi.
Dalam paparannya, Dr. Ruwinah menyampaikan bahwa Hospital Penawar yang berlokasi di Pasir Gudang, Johor, Malaysia, telah beroperasi hampir 35 tahun dan dikenal sebagai salah satu rumah sakit tertua di Johor dengan reputasi pelayanan kesehatan yang baik, sehingga menarik minat pasien dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Selain itu, Hospital Penawar juga menawarkan kemudahan dari sisi finansial, di antaranya sistem pembayaran yang dapat dilakukan menggunakan mata uang rupiah tanpa harus menukarkan ke ringgit Malaysia.
Ke depan, kolaborasi dengan lintas pelaku pariwisata, agen perjalanan, serta berbagai komunitas diharapkan dapat mendukung program Hospital Penawar. Dalam waktu dekat juga direncanakan kunjungan langsung ke Pasir Gudang bersama kelompok pegiat pariwisata, LP4N, lintas komunitas, dan sejumlah perusahaan untuk melihat secara langsung fasilitas serta layanan yang disiapkan rumah sakit tersebut.(RZ)











